Antara Moddy dan Proaktif

Terinspirasi dari beberapa profile seseorang di Frenster atau di blog blog yang suka menuliskan kalau “gw ini Moddy” nama moddy ini terkesan agak sentimentil di dalam benak saya, karna dahulu saya pernah mengagumi seorang wanita, dan setelah lama berkenalan saya baru mengetahui karakternya, kalau dia adalah seorang yang “moody” semenjak itu, saya jadi kurang respek dengan orang yang berkarakter semacam itu, namun ada beberapa teman yang tanya ke saya, kenapa kamu tidak menyukai orang yang moody, saya hanya bisa menjawab, karna saya ngga suka dengan orang yang dependable, tergantung dengan emosional, keadaan dan lingkungan, apapun bisa di jadikan alasan moody, namun sekarang setelah membaca buku dan beberapa referensi saya menemukan lawan dari seseorang yang berkarakter moody.

dan bagi saya sendiri, moody itu sendiri bukan sebuah karakter dasar, tapi keinginan seseorang untuk menciptakan sesuatu, misalnya pengen nulis puisi, pengen melukis, membuat web dan lainya ini membutuhkan mood, dan kitapun harus tetap menjaga mood itu sendiri, namun banyak orang kita yang salah mengartikanya dan menggunakanya dalam kehidupan sehari hari, cuaca terik jadi gak mood jalan ke mall, abis dimarahin bokap jadi gak mood untuk belajar, cemburu jadi gak mood untuk ngasih kejutan ke sang pacar. Continue reading

Happy Birthday!

yanti birthday

Disaat cinta menjadi kekosongan didalam, gaduh di luar
Disaat aku tidak bisa memilih, hanya bersedih
Disaat mereka merebut binar dari kerling bola matamu
Disaat dua petir yang tumbang sehabis hujan pergi
Dua getir berdekapan lunglai di baris-baris puisi.

Aku seakan tak lelah berjalan di jiwamu
Cintaku adalah bunga dari baja yang terpahat rumit, mustahil layu.
Aku masih disini….
Untukmu..

Selalu

Selamat Ulang Tahun.
Genggamlah jemari ini sebagai penawar dukamu

Perspektif Indonesia

Dari satu sisi kita melihat kalau kita ini negara yang selalu jadi “juru kunci” yang lemah, yang buruk moral nya, hancur perekonomianya dan yang lain sebagainya, setidaknya itulah pandangan yang mereka ( bangsa ) lain yang bisa mereka lihat dari sisi perspektif nya mereka dan untuk kasus yang kita baru baru saja terjadi saat ini, mengenai lagu kedaerahan kita yang dipakai untuk kampanye 50th Malaysia, kita pun merasa terinjak injak, kita pun merasa “ada sebagahagian dari kebudayaan yang kita punya di tiru dan di klaim kepemilikanya”.

Intinya, semua itu selalu memancing kemarahan kita, apalagi kalau rekan rekan sekalian mau mampir ke beberapa topik yang ada di forum ini, pastinya akan membuat darah bergejolak Continue reading