Hari ini aku long wiken lagi, 4 hari dari jumat sampai senin, enak rasanya menghabiskan waktu denganya…. maen game, bikin blog, tempur, makan2, jalan jalan, olah raga kepasar dan lainya, kerjaan yang beda zona waktu bikin kadang kadang 2 minggu aku akan punya wiken 1 hari dan 1 minggu punya wiken 4 hari, sip lah kalau mau jalan jalan jauh enak…. di hari terakhir wiken, kita nonton dabel ow seven, 007 review nya sih gila gilaan, aku ngga mau mengspoilerkan cerita pelm ini, tapi cuman mau berbagi pelajaran si mister Bond ini, khususnya dalam dendam mendendam…..Ngeliat pelm ini aku jadi ngeliat aku, straight forward seperti hal nya si 007, ngga pake babibu, dor dor dor aja mokat tu musuhnya, ngga pake mercy, no mercy for you, mungkin hal ini dikira si M dia dendam…. ternyata dia memang punya masalalu yang cukup menyakitkan…. dan membuat dia jadi babibu kali ya…. ga banyak bacot, dar der dor, namun pada akhirnya dia menunjukan ke “pro” an nya dia kalau dia itu ngga pendendam, itu semua terjadi ya karena memang situasinya harus terjadi…. (korban2 yang mokat…).
Gara gara itu, aku jadi inget, aku pernah dendam dengan seseorang….. karena suatu hal, orang itu coba coba maen api, dengan bikin gara gara ke aku…. dan berakibat masalah yang sangat fatal, yah walaupun ujung ujung nya dia meminta maaf, dan thats it…lalu apa yang aku lakukan ? well, saat dendam itu, saat hati terbakar itu…… otak dan perasaan ini berfikir keras, untuk berfikir apa yang harus aku lakukan ???
- Apa aku harus cari orang itu dan bantai dia tampa babibu ?
- Atau aku balas dia, seperti yang dia lakukan padaku ?
- Atau aku maafkan dia ?
Butuh jiwa yang besar, pikiran yang matang untuk memikirkan hal ini, disaat hati ini sedang membara membaranya…. aku masih berfikir, walalupun aku marah, yang mengambil keputusan adalah diriku sendiri, lalu ini kembali mengenai pilihan…… antara pilihan dan resiko.
Disaat seperti itu, jangan biarkan amarah menguasai diri kita untuk mengambil keputusan, amarah memiliki resiko yang nantinya mungkin kita akan menyesalinya, maka dari itu, stop! dan berfikir sejenak…
Akhirnya aku memilih memaafkan, artinya aku ngga akan membalas, atau malah mencari orang nya untuk memberi perhitungan, aku memilih untuk membiarkan, jadi saat aku memilih untuk membiarkan dan sekaligus memaafkan dia masih ada satu ganjalan yaitu ngga akan ada space untuk dia untuk jadi temen lagi, wajar dong ? karna ngga ada kepercayaan, bukan karna dendam… so, kasarnya gini, Aku sudah maafkan kamu, dan sekarang pergilah… dont expect me to give something more than that, cuz that its the best things for you (kalau ngga mau di cincang2) huahahahahaha.
Ternyata memilih itu memaafkan itu juga ngga gampang, aku harus membungkam amarah ini dalam dalam dan menguburkanya hingga dia tidak naik ke permukaan hati lagi, seperti gunung… itu perjuangan yang sulit, tapi harus, karna aku percaya, ngga akan ada masalah yang muncul di masa yang akan datang karna pilihan aku ini ngga memiliki resiko.
Aku belajar, 007 juga belajar, ternyata terkadang dalam hidup itu kita harus melawan rasa yang ada didalam hati kita, untuk memberikan sesuatu yang terbaik untuk kita, di masa yang akan datang, tantanganya adalah tidak membiarkan diri kita dikendalikan oleh perasaan kita…that’s how pro is…
Gimana dengan kalian kalau mendendam ?
27 Responses to my writings
dendam? ummm… aku kok ga bisa nyimpen dendam?
boro2, deh. benci orang aja ga bisa.
(aneh ga, sih?)
hmmm… satu2nya org yg “berhasil” kubenci adalah…
yeah… you know who, mas! hehehe…
dan kesalahan org itu harus sebesar itu dulu utk membuatku benci.
eh, tp blm cukup mampu utk membuatku dendam, loh.
soalnya aku ga bisa memendam perasaan ga nyaman lama2.
jd ya udh, ikhlasin aja, deh. ^_^
percaya aja, hukuman dr Allah itu ga ada tandingannya.
kita tinggal duduk tenang, diam, dan saksikan…
maka Allah pun bertindak.
*jd ceramah gini* hahahaha…
tetep ada spoilernya
kalau saya sedang marah atau sulit memaafkan maka biasanya saya akan “keluar” dari diri saya (mencoba another point of view). kemudian saya memandang diri saya sendiri, memperhatikan wajah saya yang diselimuti kemarahan. mendengar deru napas saya. bahkan mendengarkan keluh kesah diri sendiri dengan pandangan orang lain.
kemudian setelah hati menjadi tenang dan siap memaafkan saya kembali “masuk” kedalam diri saya. Setelah menghirup napas panjang dan mengeluarkannya dengan CEPAT, saya pun benar-benar menjadi diri saya lagi.
nah gitu deh cara saya mengatasi kemarahan dan dendam.
-Salam kenal Bang ^^
enaknya didor ajah, kan film action.
masa di-maapin? gak seru donk
menyimpan dendam bagaikan menumpuk bara diatas kepala kita sendiri…. nggak mau ah…
Saya pernah marah banget dengan seseorang tapi kemudian rasa sakit ini berusaha saya olah menjadi sesuatu yang lain. Bisa dibilang, project pembuatan buku saya ini adalah project balas dendam buat orang yang sudah bikin saya patah hati dulu.. hehehe…
Memang sulit untuk tidak marah pada orang yang begitu jahat sama kita…
Tapi ketika kita mencoba untuk tidak marah dan berbaik sama dia, rasanya, hati ini menjadi lebih damai…
*saya sih masih terus mencoba… sampai hari ini…*
ku harap abang jangan mendekati si dendam aza gimana? cos main ama si baik hati.halah! di tampar plok plak…lariiiiiiii
salam hangat selalu
tidakkkkkkkkkkk… enaknya wiken…
ngiri.. jelez.. huhhh
enak bener liburnya~
minggu ini malah banyak ulangan..
huhu
wish me luck ya .
salam kenal..makasi uda ngomen di blog
link balik yoo~
enjoy aja bung..
coba cek rambut di kepala. Jangan-jangan sudah ada warna lain tuh
Karena biasanya “bijak” itu berbanding lurus dengan usia
yap, rasa hati memang gak semuanya oke, ada yg harus dilawan kalo diturutin semua kita yg hancur. kalo marah sama orang aku juga bisa dendam banget, tapi biasanya tarik napas dulu, lumayan sedikit sirna. meski kadang susah melupakannya tapi PASTI lupa, cuma tinggal nunggu waktu aja
hm… kesimpulan cerita di atas adalah ada kesamaan antara Si Agen 007 dengan Raffael
Ah, kaya’nya harus liat filemnya deh baru komentar :p
wah !!! nyambung ya!!!
hi!!!
hi!!!!
!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
?????????????????
……………………………..
balas ya!
ke gubuk ku !!!
walu kecil tapi asoi!!!
hehe..mmg kdg2 ssh jg ngontrol hati..
ttp smngt
well, aQ ikhlas ngasih PR..dikerjain mas..
dendam kadang bikin susah juga.ga bisa menerima kekurangan n kesalahan org lain.
I just need less than a month to forget people’s mistakes. And when i said forget, i mean absolutely forget anything about it and forgive the one who did it.
But still, there are some mistakes i wouldn’t forget for the rest of my life. Thank God no one has done that to me.
Alhamdulillah saia gk pernah merasa dendam
untungnya dada saia selebar lapangan
“Aku sudah maafkan kamu, dan sekarang pergilah…”
kalo aku sih biasanya gak bakal bales dendam, nanti pasti apa yg dia perbuat bakal dia terima kok
“aku sudah memaafkan kamu, jadi daripada aku kecewa sama kamu mending aku menjauh dari mu aja”
Memaafkan adalah sebuah pilihan bukan sebagai kewajiban. Walaupun tentu saja memaafkan tetap perbuatan yang mulia. Namun dendam yang berlebihan hingga membantai juga tidak dibenarkan (menurut ajaran Islam). Jikalau ingin membalas harus yang setimpal, tanpa berlebih sedikitpun. Jadi pilihannya hanya dua, memaafkan atau membalas dengan setimpal.
bagiku, lepaskan atau lampiaskan.
lepaskan, berarti pasrahkan sama Allah.
lampiaskan…..tunggu saat yg tepat
mas Raf..
aku tuh orangnya pemarah..bangett
kalo udah emosi meledak ledak
tidak pernah di tahan
dan aku selalu buat orang lain yang bikin aku kesel itu tau..kenapa aku kesal sama dia..kenapa sebabnya
gituh aja si
sebenarnay gak ada orang yang senang sama tipikal orang kayak saya …thats why the call me Bithc at this office
tapi positivenya..
alhamdulilah
saya tidak pernah mendendam kepada orang
saat ada dendam di dalam hati,rasanya sumpek bangetttt…ga bakal konsen juga dalam melakukan aktifitas….
hhhmm.. belajar memaafkan adalah pilihan yang sangat tepat menurutQ…. ^_^
ahahahah aduh rafaeell… td aq kirain ga pakek mobil mercy, rupanya mksdnya tiada ampun ya. kekekeke…
tp aq ga begitu berkesan dgn film ini. kurang ok dibanding yg sebelumnya.
Aku dendam sama siapa ya?
.
.
.
.
.
*mikir lamaaaaaaaaaa*
.
.
.
Masih kebayang sih wajah orang-orang yang pernah nyakitin ati. Tapi rasanya bukan dendam yang menginginkan pembalasan. Hanya kesel aja, tapi males buat nginget. Rugi