Rindu lagi (lebay part 2)
Sedalam dalamnya laut, kalau rindu sudah berat didada tetap saja aku terlesak kedalamnya, tenggelam hingga ke dasar….Ntah dimana udara, Namun aku hidup…. Rasanya menyiksa, seperti di tikam gigimu yang tajam… Tapi nikmat…..*halah…. Sementara otaku mencari seribu cara untuk mencari seonggok ruang di paru paru untuk kuisi udara, agar tak terlalu menyiksa…Apalagi kalau bukan game dota, separtai dua partai mampu melenyapkan bayangmu sesaat… hehehe…
Ahh, aku ngga mau ah menemuimu dalam mimpiku malam ini, Bukanya aku mencoba tuk membunuh rasaku dengan cara keji, Tapi karena kamu begitu aku rindukan di dunia nyataku, yang telah menjinakkan serigala di dalam hatiku. More…
Lebay banget seh
Aku pernah bilang, kalau rinduku itu seperti sehelai benang, mungkin aku sudah merajut selimut untuk menunggumu, atau kalau rinduku seperti setetes cat warna, mungkin aku sudah melukis mentari di malam hari yaa ? Mungkin juga kalau rindu ini seperti tangga, mungkin tanggaku sudah sampai langit ya… ? atau kalau rindu ini seperti airmata, mungkin aku sudah membuat laut dan ombak yang liar.. Atau mungkin juga ?? rindu ini seperti bumi yang selalu memeluk tanah, melekat, erat, dan tak terpisahkan. Seandainya hujan dapat menerjemahkan bahasaku… ke kamu, mungkin saat ini cuaca sedang penuh dengan hujan badai kali ya?? gemuruh kilatnya saling berpacu hingga berkilauan mengelu elukan namamu. ah lebay nyaaa…. hehehe
Lalu ? ternyata rindu sudah menawanku dalam jeruji berduri yang menyakitkan ya, karena senyummu yang kulihat dipagi hari sudah mulai melukai bagian dalam kulitku ? *Jieehhhh lebay lagi….. More…
Tentang rasa..
Yang indah adalah guratan kening saat kita memaparkan fikirian kita untuk menselaraskan jiwa kita dengan dunia.
Memaparkan, menggambarkan seseorang melalui naluri yang kita miliki adalah insting kosong yang akan membawa kita ke 1001 pertanyaan.
Kalau kita sibuk bertanya “kenapa dia….” bukankah sebaiknya kita memulai kalimat “akan kubuat engkau” ? memang terlihat jahat kan ? tapi siapa yang mendengar kalimat itu kalau bukan sang pemilik udara ?
Engkau ? maksudnya ?
Engkau cinta aku ? engkau setia ? engkau ingkar ? engkau benci ? engkau sayang ?
Yahh… Apapun lah, karena semuanya ada ditangan kita sendiri kan ? bukankah kita yang mengendalikan rasa ? Ataukah kita yang dikalahkan rasa ? More…
The good modern life
Kota yang modern, orang yang modern, orang yang modern belum tentu orang nya rusak, itu terbukti sewaktu aku di Harlington, sebuah nama jalan di daerah MiddleSex (wow, pake SEX), hehehe tapi so far pengalaman disini enak juga, orang orang nya lebih “teratur” dibanding tempat laen yang aku kunjungi, dan mereka memiliki pola yang cukup tertib. Banyak hal yang berbeda yang aku liat dari kehidupan sehari hari di Asia ama disini.
Murah senyum, ngga tau kenapa, setiap kali aku senggolan ama orang, ngga sengaja nginjek kaki orang, trus bilang sorry, mereka langsung senyum dan menyapa baik. Ketika aku nyebrang jalan ada mobil mau lewat, tu mobil langsung berhenti dan ngasih aku jalan, pas aku lihat ke kaca mobilnya, mereka lagi senyum baik sambil melambaikan tangan seperti “hi”, ngga nglakson marah dan lainya.
Setiap kali aku keluar, karna dah biasa, aku keluar berangkat kantor biasanya di jam yang sama, selalu aja aku temui orang itu lagi orang itu lagi, bahkan saking tertib nya duduknya di bangku bis nya pun kadang suka disituuu terus, wew…. Serasa aku nemuin people kind of me in so many place here… More…
