Cocomonio


Guratan yang tersirat

Jika sesaat anginya mendera
mendekap gemuruh berselimut rindu
mendera ombak dengan keheningan
bermesraan dengan lembayung senja
hati ini gundah, berkata seribu bahasa
mencoba jelaskan arti kesunyian

Anginpun enggan berkata
hanya bertiup dari timur kebarat
dari pagi menuju senja
selaksa kesatria tampa senjata
juga bala tentara

ingin menangis untuk cinta,
ingin berlabuh ke ketepian
ditengah gemuruh ombak
dan lambaian topan dan badai
sampai menetes air mata
untuk kuat kan nahkoda


About qzplxPoetry

Just a Simple person who love strategy games, poems and photography