Ketika kau tanya
Ketika bibirmu berkata “cintakah kamu ?”
Raut wajahku pun terlihat datar, sedatar pandangan di ufuk timur
Senyumku pun saat berbisik dan berkata “iya” padamu
Belum mampu menggeser kedua bibirmu untuk tersenyum
dan membuat wajahmu merah merona.
Sungguh bukanlah aku yang mampu menerbangkanmu dengan kalimat yang terucap dari bibirku
Meyakinkanmu dengan ungakapan bibir ini….
Sejenak bibir ini kaku, otak ini beku, hati dan jantung saling berpacu berdegup
Ingin kulontarkan saja kalimat hangat untukmu….
Namun tetap aku takut …
Inilah aku…..Hidup penuh misteri dan bisikan hati
Hanya mampu berbisik padamu….dan berharap harap cemas
Kau memahaminya…..
Kalau sejujurnya kau adalah sebaian nafas dan darah yang sedang mengalir dalam tiap detik dan detak jantungku bergetar
Maka aku kan mati kalau engkau pergi…..
Kurasa semua sudah terjawab…
Related posts
This entry was posted on Friday, April 27th, 2007 at 10:20 pm and is filed under Poetry. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.












waduhhh.. habis balik langsung kek gini……
kayaknya udah gak tahan nih… hihihihihi….
hmmm… ada yang lagi falling in love niii ternyata… cuittt… cuitt…
hohohohohoho.. mas yang atu ini emang paling jago bikin puisi.. buka private ga ell? hehehe..
Wah, ngga buka privat, rahasia pribadi, hehehe
*Meluk-meluk Pohon*
aaah~ love is in the air
Hmm..kayanya pas kalau diiringi lagu Cinta Putih-nya Kla Project
aidah …. jadi ingat masa lalu lagi
hiks … semoga perasaan itu selalu hadir dalam setiap tarikan nafas, selama hayat masih dikandung badan
Selamat ya
Ungkapkan semuanya dengan YM atau..sms…beres deh
Mungkin masih teringat dengan kata seseorang dalam tulisannya;
hidup terus menggapai mimpi,
ha ha ha amboi bener!
Puisinya baguz2…
isi yg lainnya jg.
tetap yg tbaik dech…
caiyoo..
Thanks ya dear