Menghabiskan waktu hanya untuk mengahiri Sesuatu

Sebenarnya aku malas memposting ini, tapi karna terlalu banyak kejadian yang dialami oleh teman temanku mungkin aku mau share aja what is relationship about. yup beberapa temenku ada yang sudah pacaran 8 tahun and at last its end, tp bukan di pelaminan, ada yang pacaran 5 tahun at last its end too. ada yang pacaran dengan waktu yang cukup lama, membanggakan “this is my boyfriends” namun akhirnya berakhir juga….what a poor relationship they had. mungkin kalau berakhirnya karna faktor fisik, karna rahasia atau sesuatu yang akhirnya memberatkan kita untuk melanjutkan hubungan kita its okay, kalau tau begitu, dont waste a time untuk mempertahankan lagi, tapi kalau di akhiri hanya karna “sudah berubah“, “ngga cocok lagi“, “ngga satu visi lagi“, “sudah banyak perbedaan“, itu bagiku merupakan hal yang sangat bodoh.

Aku bukan ahli relationship atau ahli semacamnya, karna aku memiliki filosofi relationship yang sangat sederhana, “jujur, terbuka, konsist” just that, gimana dengan “komitmen ?” hahah, bullshit dengan komitmen, aku berkomitmen kalau aku sudah menikah, berkeluarga, dsb, itu salah satu sample bagaimana aku menjalani relationship aku dengan seseorang ( weks…. ).

menurutku, hal hal yang membuat buruk suatu relationship adalah :

  • Batasan
  • Aturan
  • Kesetiaan
  • Kebohongan
  • Ketergantungan

alasanya kenapa ini ?
Batasan
mungkin, kita sering membatasi kawan relationship kita, dan tampa kita sadari kita sudah mengguruinya...contoh :
kamu harus berubah tau! sifat kmu itu ngga baik!!” misalnya keluar pernyataan ini dari mulut kita ke seseorang yang kita sayangi, dan tahu itu artinya apa ? bagiku itu sama saja artinya aku ngga boleh melakukan itu lagi kan, dan apakah cara ini efektif ? ah kurasa ngga, terkadang ini makin bertambah pelik, kalau aku bisa bilang “ah ini ngga papa bagi aku ??” nah, hal ini aja udah membuat kita jadi berlawanan, sehingga tampa disadari kita sudah membuat ruang sempit untuk seseorang yang kita sayangi.

solusinya:
ya …. aku tahu itu buruk, tapi kita ngga harus “mendikte” apa yang harus dilakukan dia kan ? mungkin kita bisa guide dia, bantu dia, agar dia mengarah kesana….yang tadinya keras, jadi lunak (misalnya) begitulah kira kira, karna sejujurnya dia ngga bisa di suruh, tapi dia butuh bantuan kita.

ingat.Manusia itu belajar dari efek suatu kejadian, bukan sesuatu yang keluar dari mulut seseorang, nah, kalau kita “menyuruh dia untuk berubah” efeknya apa ? “dia ngga bakal tau apa yang harus di rubah” jadi yang harus kita fikirkan adalah, memberikan efek kepadanya agar dia bisa menyadari kesalahanya.

Aturan
Mungkin aku rada idealis, aku ngga suka dengan aturan, alesanya simple, karna aturan itu mempersempit ruang berfikirku “di kutip dari einstein” kenapa begitu ? itu benar karna aturan itu dibuat agar manusia mengikuti jalur yang sudah ditetapkan. misalnya mengkikuti sd, smp, sma, s1,s2, dst……

oot:
sebagai pembuktian dari zamanya newton, mengatakan hubungan antar 2 titik dalam 1 bidang adalah “garis lurus“, akibatnya apa ? sampai sekarang pola fikir kita akan seperti itu, tahukah kita keadaan yang sejujurnya di muka bumi ini seperti apa ? hubungan antara 2 titik itu adalah “garis lengkung“, sudah di buktikan oleh efek foton nya einstein atas keterhubungan antara 2 partikel elektron

dalam relationship mungkin aturan itu lebih ke “kmu ngga boleh begini…..” , “kmu harus ini……“, “kmu jangan begitu…….“, sejujurnya, dari semua aturan yang di buat wanita, pasti aturan itu yang akan slalu di langgar oleh laki laki, misalnya, “kmu ngga boleh jalan ama cewe lain ber2” lalu pasti tiap laki laki yang punya aturan seperti itu di muka bumi ini akan melakukan kebohongan disaat dia akan jalan ama cewe lain….

solusinya:
ya, menurutku ngga usah di atur, karna peraturan itu ada dalam diri kita sendiri, terbentuk sendiri, ngga perlu di bilang, membuat aturan itu sama aja memberikan pisau belati ke orang yang kita sayangi untuk menusuknya ke tubuh kita sendiri….coba bayangkan, mungkin akan lebih baik kalau jujur saja, “aku mau jalan dengan dia“…… kalau dia sayang, dia ngga akan tega melakukan hal yang macem macem, dan kalau dia melakukan hal yang macem macem, berarti dia ngga sayang, kalau dia ngga sayang, berarti kmu yang gagal…..gampang kan.

knapa kmu gagal ?
ya karna kmu gagal membuat (memberikan efek) kalau ada seseorang yang menyayangi dia (ingat…memberi efek) bukan mengatakan “aku sayang kmu” atau “i love u“.

Kesetiaan ?
Sejujurnya, aku ngga percaya dengan yang namanya “loyalitas” dan kalau semua bertanya padaku “apakah kmu tipe orang yang setia ?” 100% aku jawab ngga, why, karna kesetiaan seseorang itu ngga bisa di hitung dan di ukur seberapa besar…..

dan aku percaya, kesetiaan aku berasal dari seseorang yang memberi kepercayaanya kepadaku.
Jadi, lagunya “Jikustik yang judulnya Setia” itu ngga ada arti apa apa bagiku (bagiku cowo yang bodoh kalo mau mau aja kaya gitu)…kesetiaan itu hadir karna hadirnya seseorang dalam hidup kita, bisa aja kita setia, besoknya jadi penkhianat busuk. ya ngga…intinya, kita yang harus membuat agar seseorang bisa menjadi setia dengan kita (caranya pikirkan sendiri), bukanya “kmu harus setia dengan sumpah serapah! janji janji!

Kebohongan
nah, ini suatu yang sulit dimaafkan, karna ini menyangkut dengan konsistensi….ada 1 hal kekurangan aku tentang kebohongan ini, gini gini aku juga penuh dengan kebohongan, tapi, untungnya kebohongan itu belum sampai ke taraf yang menyakiti hati orang….contohnya…aku suka bilang “iya” disaat otaku lagi repot (maksudnya biar cepwet…he he he).

bagiku kebohongan itu seperti penyakit, semakin mengganas, jadi hindarilah hal ini, dan buang jauh jauh prinsip “bohong untuk kebaikan” karna bohong tu ngga ada baik baiknya, oke, sekarang kmu bisa selamat dengan kebohongan kmu, tp suatu hari nanti disaat itu tercium dan terbuka ? itu menjadi suatu hal yang paling paling berat untuk dimaafkan dan cam kan itu karna kmu tinggal pilih 1 buah kesempatan maaf atau tidak untuk selamanya.

karna bagiku lebih sakit aku membongkar kebohongan seseorang daripada orang itu mengatakan kejujuran yang menyakitkan.

Ketergantungan
ini juga yang menjadi salah satu alasan buruk seseorang tentang berhubungan, biasanya ini terjadi pada cewe cewe yang suka kongko2, atau cewe cewe yang punya ini best fren gw, ini temen biasa gw, ini temen spesial gw, ini temen kesayangan gw, dan lain lainya….

terkadang tampa disadari kita menjadi saling ketergantungan, misalnya temen kita meninggal, lalu sebagai teman kita harus ikut berbela sungkawa, dan jika ada waktu kita wajib untuk mengunjunginya, nah kalau kita laen, kita malah nanya “eh lu ikut ngga”, “si anu pergi ngga”, nah misalnya yang lain ngga pergi ? kita juga jadi ngga pergi karna ngga ada temen dan kita membuat alasan bohong ke teman kita yang dilanda musibah itu…….what a foolish!

sama seperti relationship, dalam relationship hindari segala sesuatu yang memiliki sifat ketergantungan, contoh baik: “aku mau ke tempat a, kmu mau ikut ?” lalu teman kita bilang “ah aku mau ke mall mau shopping” dan keputusan kita adalah “ya sudah, aku ke tempat a kmu shopping aja ya” simple kan.

intinya, jangan sampai kita menggantungkan hidup kita di atas landasan kehidupan orang lain, diatas landasan persahabatan, diatas landasan pacaran, karna itu akan membuat kita semakin lemah dan tak berdaya disaat tidak ada orang yang bisa kita andalkan untuk membantu kita ? apa kmu mau seperti itu ?

nah, kalau mau aman aman aja, hiduplah di luar itu semua, dan aku bisa jamin kalau relationship kita tetap aman, dan untuk menjaga agar relationship kita slalu baik, ada 2 cara sederhana yang harus kita miliki, kebetulan bos ku semalam bilang soal itu di speechnya dengan astro (namun sebenarnya ada 7 eh 8 malah cuman sisanya untuk kepribadian kita dan ngga menyakut dengan orang lain)

yaitu:

  • Respect
  • Komunikasi

itu saja, gampang dan mudah, ini semua berlaku kalo kmu kmu semua belum menikah, kalo sudah menikah, punya keluarga, baru berkomitmen! dan ingat hanya 2 aturan saja yang wajib kita ikuti di dunia ini, Agama, dan Pemerintah.

dan ingat semuanya itu ada pada diri kita dan harus dimulai dari diri kita sendiri…..
jika kita ingin dia sayang kapada kita, ya kita harus lebih dahulu sayang kepadanya
jika kita ingin dia meminta maaf, ya kita harus lebih dahulu meminta maaf dengan arif, tidak peduli siapa yang salah duluan
jika kita ingin dia mengerti tentang kita, maka kita harus memahami dia dulu
jika kita ingin meminta kesempatan untuk dimaafkan ? (fikirkan sendiri)

kalau ada kritik silahkah…..aku sangat menghargai kritikanya.

Related posts

Tags: , ,

This entry was posted on Friday, July 21st, 2006 at 9:37 am and is filed under Article. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.

subscribe to comments RSS

There are 3 comments for this post

  1. bughman says:

    “sebelumnya kita perjelas dulu, kalo ini adalah bentuk hubungan dengan lawan jenis a.k.a lover.. and not yet married”

    hal-hal yang lu ungkapin diatas itu bener, dan gw setuju.. cuman jika dan hanya jika kita belum bermaksud untuk mencapai target tertentu dengan pasangan kita (menikah)..

    kalau sudah mau menikah hal-hal tersebut diatas itu perlu ada dan wajib ada (kecuali kebohongan tentunya)tapi tetap dalam batas yang wajar sesuai dengan tingkatan hubungan kita itu sendiri..

    “bagaimana menilai tingkat hubungan kita ?.. ga akan bisa dinilai !!, tapi bisa dirasakan oleh kita masing-masing.. “

    lalu bagaimana jika belum ada renacana menikah ?… cuman ingin pacaran biasa… sekarang gini deh.. liat arti dari pacaran… pacaran adalah usaha mendekatkan diri pada lawan jenis kita.. usaha mengenal, bukan usaha merubah dengan tambahan penyesuaian diri kita terhadap lawan jenis kita itu,

    jadi maksudnya poin-poin yang disebutkan diatas itu harus didatangkan dari diri kita sendiri, bukan karena suruhan / perintah dari pasangan kita..

    sebagai orang yang berakal dan sehat pikirannya serta beradab, tentunya kita ingin membahagiakan pasangan kita, bukan menyusahkan ataupun menyengsarakannya.. oleh karena itu yang namanya loyalitas, aturan, kesetiaan dan lain-lainnya itu HARUS MUNCUL DARI DIRI KITA SENDIRI yang pada akhirnya akan berbentuk sikap saling menghormati dan akan terjalin komunikasi yang baik didalam hubungan tersebut…

    nb: hosh.. hosh.. hosh.. bagi yang males baca comment diatas, inti dari comment gw adalah poin-poin yang disebutkan raffael sebagai poin-poin yang memperburuk hubungan itu tidak benar !!, akan bernilai benar jika muncul dari pasangan kita dan akan bernilai tidak benar jika dan hanya jika muncul dari diri kita sendiri (kecuali kebohongan)

    nb tambahan: tapi kebohongan untuk kebaikan boleh dong… misalnya “si-dia” dateng ke kosan/kamar kita.. dan kita lagi capek/bgn tidur.. terus dia tiba-tiba datang dengan “hangat” (pelukan, ciuman bla..bla..bla).. masa iya kita mengatakan… “ah jangan sekarang.. lagi capek…” kalo emang capek berat sih ga masalah… tapi banyak contoh yang pada saat itu ditanya “lagi capek yah ?” mereka mengatakan “ah.. ngga apa-apa.. masih seger kok”… GYAHAHAHAHAH!!!!

    nb tambahan gak penting : jgn baca nb tamabahan.. itu adalah bentuk dari tidak terbatasnya ruang pikir manusia yang (maaf) *libidonya tinggi

  2. kakee says:

    gw setuju sm komennya bughman… poin2 itu menurut gw emang perlu dlm suatu “relationship” kecuali kebohongan (tp klo kebohongan seperti yg dimaksud bughman ya ga apa2 lah.. huehhueheuhue)

    contohnya gini.. soal batasan, masa iya ga ada batasan, batasan itu hrs ada cm ya itu batasanya sebesar apa.. klo ga ada batasan nanti bisa aja ce/co kita cipika-cipiki sm lwan jenis, gandengan tangan lah sm lawan jenis, ato malah lebih parah dr itu… lah trs muka kita mo di taro mana, di taro pantat???

    trs soal aturan, gw 50-50 soal yg ini nih, cm yg penting klo emng hrs ada aturan itu hrs yg fleksibel, jgn terlalu strict, jgn yg bersifat mengekang, dan berlaku untuk kedua belah pihak, jd aturan yg diperbolahkan itu bukan aturan2 yg bersifat melarang ataupun membatasi…
    kan seperti pembuktianya enstein, hubungan antara 2 titik itu garis lengkung, naaah garis itu sebagai aturannya, cm sifatnya melengkung alias fleksibel, bisa aja kan itu garisnya keliling duni2 dulu baru ketemu sm titik yg satu lagi… heheheheheh

    kesetiaan? bwt gw itu penting, soalnya gini, bwt gw (n mungkin cowo2 yg lain) ga mungkin bgd untuk mencintai 1 orang cewe, pasti ada deh cewe2 lain yg kita suka n sayang, nah klo dah kyk gini trs ga ada yg namanya kesetiaan bisa jadi gw dah selingkuh sana selingkuh sini… huehehehehehe

    ketergantungan? asal ga terlalu berlebihan sih menurut gw sah2 aja, terutama bwt cowo2 pemales penghuni kosan kn bisa aja bilang begini ke cewenya “say, cuciin piring donk.. dah numpuk tuh say.. kamu baik dehhh” *gubrak* wakakakakakak :P

    sekian komen dr saya, lebih dan kurangnya… laaaahhhh kayak pidato aja… hehehehe…
    udahan ah… udah kebanyakan…

  3. qzplx says:

    thanks! kakee, baik sekali……

    ha ha ha…… Batasan seperti itu pasti sudah ada di otak masing masing,jadi ngga perlu di umumkan :D lah, masak si tega cowonya begitu wkwkwk, kalo masih bandel berarti there’s is somethin about u, sampe2 dia berani begitu…

    soal aturan, lebih baik bikin peraturan dari diri sendiri, ngga usah ngatur orang lain gitu lo,

    soal kesetiaan, dah pasti! cewe jawabnya begitu, ha ha ha, karna banyak cewe yang setia, tp cowonya berkaburan ntah kemana ? hayo loo

    yang lainya sip deh

Please, feel free to post your own comment

* these are required fields