Kadang saya suka lucu ngeliat requirement nya perusahaan perusahaan IT Indonesia, lucunya kenapa ? karena mereka selalu memasukan requirement yang aneh aneh untuk spesifikasi IT, apakah orang HRD nya ngga tau soal IT ? atau memang perusahaan nya membutuhkan tenaga IT dengan spesifikasi tersebut ? ya ini memang lucu dan geli ngeliat nya sementara Sallary yang ditawarkan ngga seberapa, apalagi kalau requirementnya butuh sertifikasi internasional, Oalah orang Indonesia yang gaji IT nya termasuk gaji nomer 2 terkecil di dunia harus mensertifikasi internasional untuk pekerjaan IT yang “ecek ecek” ??? rasanya ngga masuk akal aja.
Tadinya saya pernah bahas soal ini di Forum saya namun sayang, postnya telah hilang, namun kali ini saya akan post lagi, dulunya saya fikir ini wajar, karena perusahaanya yang minta requirement tinggi dengan jenis pekerjaan yang biasa /tertentu (misalnya: butuh seorang teknikal suppport, namun harus sertifikasi CCNA dan MCSE ?? ) biasanya ini terjadi pada perusahaan menengah kebawah, maklum alasanya mereka mungkin mau All in One, atau memang mereka ngga tau tentang spesifikasi dasar dari jenis pekerjaan yang akan dikerjakan.
Kali ini saya benar benar pissed off dibuatnya, dengan dipublishnya lowongan kerja dari salah satu perusahaan IT yang termasuk Kaliber di Indonesia, ingat ini adalah perusahaan IT bukan perusahaan dengan industri yang spesifik, namun spesifikasi yang dibutuhkan kali ini adalah seorang “helpdesk Agent” dan “helpdesk Team lead“, tapi untuk menjadi seorang helpdesk Agent saja, waduh spesifikasinya menyakitkan sekali MCSA dan MSCE, saya yakin orang orang yang sudah berpengalaman pun kalau ngirim lamaran kesana jadi ngga semangat atau ngga berharap, yah paling coba coba aja, silahkan saja lihat berapa biaya untuk mensertifikasi diri kita untuk kedua hal tersebut, dan berapa gaji yang di tawarkan.
Secara dulu saya pernah pernah di Interview oleh perusahaan tersebut, setidaknya saya mengetahui dan membandingkan gaji yang ditawarkan berapa, untuk spesifikasi kerja tersebut.
Dan untuk Team lead… ( Hey ??? Whats the different ? atau terlalu malas untuk ngetik nya dan lebih memilih kemudahan copy paste? )

Lalu saya coba lihat, dengan perusahaan perusahaan di negara lain, bagaimana mereka menulis requirement untuk pekerjaan yang sama, dan hasilnya mengejutkan, bahkan perusahaan di US / Eropa ada yang tidak membutuhkan IT sama sekali untuk jenis pekerjaan ini ( saya tidak publish ),
Sebagai perbandingan, lihat perusahaan di Malaysia

lalu yang jadi pertanyaan saya.
Kenapa kita masuk dalam situasi begini ya (sebagai orang IT) dimana standart IT Indonesia itu menjadi sangat sangat tinggi sementara sallary yang mereka terima tidak bisa mencukupi biaya sertifikasi internasionalnya ?
Lalu gimana caranya Mentackle hal seperti ini ? karna sejujurnya saya tidak suka dengan karakteristik seperti ini, ini gila.. Saya tahu lapangan pekerjaan di Indonesia sangat sempit sekali, terkadang orang berfikir sudah dapat pekerjaan saja sudah bersyukur, akhirnya kalau situasinya begini yang akan masuk jadi kandidat palingan yang memiliki network untuk menuju kesana sehingga kita telah mengorbankan tujuan utama dari perusahaan tersebut untuk mendapatkan tenaga seperti apa.


43 Responses to my writings
bung Raffael, saya sependapat dengan anda..
di sini, yg dibilang IT atau “ngaiti” itu pasti identik dengan utak-atik komputer.. ndak peduli itu programer ata teknisi di toko komputer, sering diidentikkan dengan aiti..
rasanya perlu juga dibikin semacam standardisasi di indo, soal job desk IT. jadi gak sembarang orang bisa komputer disebut orang aiti..
emang bikin sakit ati
Saya bersimpati dengan kalangan IT. Tapi mungkin ini juga imbas dari para profesional IT lainnya yang justru suka “aneh-aneh” saat bekerja di sebuah kantor.
Satu nila setitik, rusak susu sebelanga jadinya.
Waw, gajinya RM 1800 – RM 3500, sekitar Rp.4j – Rp.10j, plus allowance.
Di Indonesia mana ada gaji segitu buat IT helpdesk, ahahaha. Terakhir temen gw yang jadi IT helpdesk (padahal kerjanya network administrator, tp lowongannya IT helpdesk) gajinya ga sampe 1/3 minimal gaji di atas.
Iya Raf, biasanya tuh perusahaan maunya kita tuh bisa segalanya, ad jg yg mo memperkerjakan ak kmaren yg kyk gitu… Minta kita bisa teknisi klo ad yg salah, minta kita mo ngetik-ngetik surat dia. Gila…
hooh….setuju ama km raff…
satu lagi yang aneh bin ajaib dari negara kita tercinta
hooh….setuju ama km raff..
satu lagi yang aneh bin ajaib dari negara kita tercinta
cocog karo regane endog.
*lhoh*
Sepakat!!
hi rafael,
gw ikutan komen yaah..
menurut gw hal tersebut bukan masalah, semua itu tergantung respon kita,
jika kita merespon negative atas suatu hal, hasilnya juga akan negative ke kita..
misal liat lowongan seperti ini requirementnya belit2..butuhnya sertifikasi de el el..
tapi cuman buat helpdesk.. kayanya ga makesense..
then bla bla bla en ga apply (what for –> katanya dalam hati..capein aja..)
but kalo dari sisi pandangan positive,
seseorang yg meski ga holding any certificate and try to apply. probably can be accepted.. (karena dia apply.., kemungkinannya lebih besar daripada yg responnya (-) karena si (-) tidak apply sama sekali)
mengenai metrodata, sepengetahuan ku dari temen2 yg kerja di sana.
mereka cukup betah..
bahkan ada temen yang pengalaman kerja baru 2 tahun, kemudian di terima di sana sebagai consultant, gajinya sudah 8 juta..
itu tahun 2005akhir (gimana sekarang)
kalo pun kita punya kualifikasi lebih, begitu ke sana, gajinya tidak sesuai, kita bs bilang ke HRD nya, kalo ada lowongan yg posisinya sesuai dengan kita, mohon agar kita bisa di pertimbangkan.
jaringan HRD kadang mereka saling membantu satu antar perusahaan lainnya.
jika kamu bagus, bukan tidak mungkin mereka akan merefer anda ke tempat lain..
tips dari karirzone.com
dalam mencari kerja, kita menunggu “pintu” untuk di bukakan, namun jika anda tidak “mengetuk” mungkin “pintu” selamanya tidak akan terbuka
heran.. disini inih kerja IT masih kerja kantoran..
@karirzone
Yup teorinya memang begitu, tapi mungkin rekan rekan lain bisa kasih komentar sesuai dengan kenyataanya.
Kalau bagi saya,
Melakukan hal yang sia sia itu rugi (dalam agama), saya katakan itu sia sia karena mengirimkan lamaran tampa kualifikasi yang di inginkan perusahaan adalah percuma.
Coba anda fikirkan jenis pekerjaan “IT Helpdesk” dan standarisasinya yang cocok apa.
Bagi rekan2 lain yang ingin mereply komentar rekan lainya, silahkan klik ikon email di sebelah user
satu lagi kebrobrokan indonesia
Iya tuh… orang HRD sukanya sok-sok’an padahal gaji yang diberikan aja tidak seberapa…
Emang kalo di Indonesia tuh orang cerdas aja terdzalimi dan dianggap biasa-biasa aja…
Kadang mereka gak pikir apa, kuliah IT tuh gak mahal. Eh, ngasih gaji segitu??? untungnya ak gak kepikiran jadi pekerja
duh gmn dunia kerjaQu nanti yah,,
klo ngomongin sistem pendidikan di Indonesia pasti ga da abisnya,, sistemnya aja ga bener gimana pendidikannya,, dan gimana juga kesejahteraan para guru di dalamnya,, *eh jadi curhat,,* =P
Saya kadang berinisiatif sendiri mengubah leot lowongan kerja dari HRD gw gara2 salah nyebutis persyaratan buat IT
huhehehe, indonesia dipretelin lagiiii … ancooorrrr!
Ya, rasanya hal ini adalah imbas dari ketatnya dunia kerja, seperti yang sudah dikatakan di atas. Sepertinya “luck” pun bukan hanya sekedar basa-basi belaka, tapi sudah dalam taraf diperlukan.
Tapi gw dan temen2 jg setuju tuh, seringkali masih bisa lolos dan dipanggil interview msekipun requirement yang diminta tidak dapat dipenuhi. Jadi intinya, berusaha dan berdoa saja..
jadi enterpreneur aja orang IT mas..Buka sofware house, kan lumayan gede income nya..kita tidak bisa bandingin gaji dengan LN karena kita di Indonesia, ya kita terima aja dgn lapang dada..(bnr gak ya omgongan si cempluk ini..hehehe..piece..)
Setuju sama mas Zam..kayaknya emang perlu dibikin standarisasi ya.
Soalnya saya aja suka bingung..kok kadang teknisi-teknisi gitu bisa disebut sebagai anak IT juga ya? Padahal mereka ga pernah kuliah di jurusan itu.
*Sebagai org yang lumayan salut sama job ini saya juga nda rela hehe.. ^^v*
malah… kadang-kadang yang lebih nyakitin hati… masa sering dimintain tolong buat office… mentang-mentang kita lebih tau komputer…
hiks… hikss… hiks…
mending ngoding de… daripada ngarang presentasi ato surat… hahaha…
wah disini emang gak jelas standar gajinya baik utk IT maupun utk departemen lain. rata2 perusahaan memasang requirement yg tinggi dg imbalan gaji yg biasa aja. udah itu masih juga dipersoalkan masalah umur dan status pernikahan. pfiuuuuuuuuuh… kapan ya negeri ini bisa ngasih standar gaji yg sesuai?
masalahnya susah ya mau ngelatih orang2 yang berduit itu jadi melek IT slaen cuman maen hape dan buka situs
Kyknya aku harus setuju ama lo Raff. Tapi ya terserah HR mereka sih, mereka yang cape ndiri nyari org yang over qualified bwt posisi itu. Selain cape dapetnya, cape juga retain-nya.
Wah kayaknya karirzone.com turun tangan tuch, dan kayaknya nggak pengaruh juga. Pasalnya apa yang mas Raf bilang masuk diakal juga tak berarti yang karirzone.com nggak.
Namun boleh lah untuk pembelajaran…
Raff pa kabar ?? gw udah pindah alamat blog
. kayaknya gk hanya di bidang IT deh …di tempat gw skarang jugak setiap lowongan kerja di kasih spesifikasi yang “lebih” padahal yang dibutuhkan nggak gitu2 amat blom lagi bayaran yg gk sama ma spesifikasi yg ada…ada kejadian aneh…posisi loading master pernah di apply ma orang indonesia… dia pokoknya qualified banget deh…dia minta basic salary 10 jt…lah gk di kasih…at the end malah nge hire bule gendut yang gaji sebulannya 6000 dolar…gk masuk akal banget kan ?? gemana orang indonesia mau maju…wong di jajah ma bule kepala hitam ….
ini endonesiah bung! kata-kata itu sering juga terdengar di telinga aku semisal ada opini atau kritik yang masuk. Emang kenapa dengan endonesia? apa udah segitu parah parodi kehidupan di sini? gak bisa emang? patut dipertanyakan ya Om…
salam hangat dari Malang
saya kira memang rata-rata mereka pakai filosofi sekali dayung dua tiga pulau terlampaui. Cukup menguntungkan “ujarnya”.
¿….ɥɐʎ ʞoɯoɥ nɯɐʞ
Ancuurrr…awalnya kerja ngelamar jadi tukang gambar di dept. engineering abis itu sekali2 disuruh nyambi bantuin iso, bikin operation plan, abis itu mash jga di mesti nyambi di marketing support…padahal di pma lho, tau abis tu mo apalagi…moga aja sekali2 nyambi jadi direktur, klo itu gw gak bakalan nolak dech…he..he..he..
Emang kalo untuk perusahaan swasta gw bingung ama standar gaji mereka… yang gede kegedan… yang kecil juga kekecilan sampe nyakitin hati… tapi biar sekecil apapun gaji di indonesia toh masih berduyun2 orang ngelamar… karena emang lapangan pekerjaan di indonesia terutama Jakarta udah sumpek banget… kalo kita tetap hidup idealis mo makan apa… apa mo minta terus sama orang tua…malukan… jadi menurut gw kita ga bisa salahin juga tuh perusahaan-perusahaan swasta yg ngasih gaji kecil… toh merka yg punya kuasa atas perusahaan mereka sendiri… kalo kita ga mau ya udah jangan ngelamar disitu… kita ciptain sendiri lapangan kerja… ga usah terlalu muluk pengen langsung besar… buka counter hp juga suatu usaha yg hebat menurut gw… jadi sukses itu semua tergantung dari diri kita masing2…
Best Regards,
Not in mitrais, hehehehe
nah… mangkannya, sayah mendingan bikin kantor aiti sendiri, daripada kerja sama orang
hehehehe…
nah…yang paling penting..harusnya perusahaan bisa PROFORSIONAL..gimana mau maju?? betul gak??…hehehehehe
hehhe, ya mmg begitu sekarang iklimnya di Indonesia. kadang tidak hanay di Indonesia saja sih. Aku kira ini lebih terkait manajemen HR-nya. Bisa jadi memang suatu perusahaan memerlukan superman: bisa VB.NET, ASP.NET, PHP, C#, C++, MySQL, Postgres, dan Oracle .. Gubraks!
Ada kok orang yang memenuhi kriteria tersebut. Satu memang bisa semua tapi cuma kulitnya aja (masih level Hello World) atau bsia semua dan mumpuni (tapi yakin perusahaannya mungkin nggak bsia menggaji).
Ada formula paten yang sering dipakai dan dipercaya: You can have one, but you can’t have both. Menggambarkan bahwa segala hal biasanya akan punya trade off dan seringkali berupa pilihan.
Kesimpulan atau prasangka yang bisa disarikan dari spek lowongna seperti itu adalah: ada yang salah dengan strategi HR-nya. Bukannya saya ini pakar HR lo ya. Banyak yang bilang: do one thing, do it best. Ini strategi yang cukup mumpuni. do one thing berarti ada fokus, berarti benar-benar diplanning, punya strategi, so on. do it best berarti menjunjung tinggi kualitas. Output bisa dipastikan bagus, konsumen pasti bsia return di masa depan untuk menggunakna service kita.
Spek lowongan yang lingkupnya terlalu lebar, bisa saja menandakan bahwa ada kebingunan mengenai fokus yang akan diambil. Tidak ada spesialisasi produk. Berarti bisa saja diklaim bahwa produknya hanya kan mentok di kualitas rata-rata.
Hehehe, tapi entahlah, mungkin itu juga strategi perusahaan. Bagian dari penjabaran business plan di domain HR. Tapi kalau menurut pengalaman sih, hasilnya ndak bagus
. Opini pribadi looo … jgn diambil hati, tapi boleh didiskusikan
toni’s last blog post..Kena genjutsu, 20 rebu melayang
Tapi kadang2x memang nylekit dihati klo harus bisa ini itu seperti bisa hardware,programming ini itu,networking dan memiliki sertifikat tertentu, IPK 3. Semua itu bikin puyeng apalagi ditambah minimal pengalaman sekian tahun, setelah kerja gaji ga seberapa?. Klo saya sendiri terjun didunia IT karena keberuntungan juga soalnya saya sendiri dulu di elektro tapi setelah psikotes HRD nya bilang kamu cocok di IT makanya saya ditempatin di devisi IT sampai sekarang jadi betah di IT.
Klo berkaitan dengan rekruitmen tentunya ada pertimbangan salary bagi HR nya, nah dari sini mungkin muncul pemikiran untuk nyari orang IT yang bisa segalanya dan mau digaji yang lumayan minim. Tapi ya mesti gimana lagi klo mo nyari yang salary gede juga susah, dah dapet kerja dah untung. Akhirnya balik lagi ke faktor kebutuhan financial (namanya juga wong kepepet:D”) ya mau ga mau.
Tapi sih klo menurutku memang ga akan bisa fokus klo mesti bisa ini itu sih, tapi berapa sih standar gaji untuk programmer, networking, teknikal support, manager dan lain2xnya????? Tentu semua perusahaaan berbeda kan?? Dibawah or diatas standar UMR??Klo menurutku karyawan yang berkompeten memang perlu sedikit dihargai agar ga kabur, ingat lho karyawan yang berkompeten akan memberikan konstribusi yang besar kepada perusahaan itu sendiri!!!
ard’s last blog post..Bikin KPR
ada yg separah saya?
bekerja sebagai IT di sebuah perusahan swasta cukup ternama
sebagai seorang IT (All in One) karena saya hanya seorang diri dan bertanggung jawab untuk seluruh cabang se Jawa Barat, dengan job desc meliputi workstation, server, network, database, dan ecek ecek lainnya. Dengan salary total dan kotor (termasuk lembur dan makan dll) Rp 900.000,- keren!
buat om boristhehack : baca ini http://jurnal.snydez.com/cat/IT+jobs
Pelajaran buat kita semua karena udah pernah mengalami jadi orang kepepet dan mungkin agak kecewa dgn kondisi skr. Jadi kalo besok udah jadi orang penting diperusahaan khususnya bagian IT. Trus hire orang baru mudah-mudahan bisa kasih salary yang pantas jangan sampe bikin sakit hati karyawannya kasihan.
Gw miris juga yah moco comment2 diatas // gw skrang punya job di helpdesk nya sebuah ISP besar di indonesia // tapi yah .. banyak kewajibanya di banding haknya. mana tanggan tuch item semua ( alias ga ada hari libur. Tpi alhmdulilah gw bersyukur aja .. moga ad hikmahnya..bravo IT indonesia
gaji IT, kadang perusahaan emank kelewatan dengan klasifikasi untuk jadi karyawannya, misal untuk staff / tehnical support saja lulusan smk bidang it pun cukup, tidak harus lulusan d3/s1 yang jenjangnya sudah jauh lebih tinggi..
untuk seorang network enginer misalnya harus berpengalaman serta mempunyai sertifikasi hanya di gaji 2-3 juta padahal lulusan s1 serta sertifikasi yang sedang bergengsi untuk networking..[ tidak berprikemanusiaan ]
mo dikmanain harga diri anak IT yang memegang peranan penuh atas kelangsungan suatu perusahaan, JANGAN MAU DIPERBUDAK ORANG – ORANG IT INDONESIA.
[ say no to nego gaji, tetapkan harga yang pantas untuk anda sendiri ]
saya seorang fresh graduate dari sebuah kampus it yang mungkin cukup terpadang di indonesia jg merasakan hal yang sama dan sayang bersukur sekali skrng saya sudah mendapatkan pekerjaan yang mungkin bisa saya andalkan ..
sangat sedih memang kalo melihat kenyataan yang seperti skrng..
tapi kalau dilihat lebih mendalam, banyak sekali faktor yang menyebabkan hal tersebut terjadi..
dulu saya pernah bekerja di web house dengan gaji hanya 2 jt perbulan. kira2 kalau dihitung dengan pengeluaran sebulan saya tidak mendapatkan apa2 untuk hidup yang lebih layak.
dan saya bertanya kepada diri saya sendiri, kenapa perusahaan tsb hanya menggaji saya dengan gaji yang sangat kecil?? apakah bos nya pelit??
ternyata jawaban yang saya dapatkan bahwa perusahaan tersebut memang tidak bonafit.
masyarakat Indonesia memang sangat memandang rendah IT. itu pun dikarenakan oleh tindakan orang IT sendiri yang memandang rendah diri nya sendiri.
pernah lihat kah anda web dengan harga 500 ribu??
ato ga program penjualan retail dengan harga 100 ribu??
dari tindakan yang merendahkan diri tersebut jg perusahaan2 melihat memang pekerja IT itu gampangan. Dengan se enak hati memberikan kualifikasi tinggi dengan gaji yang sangat rendah untuk kualifikasi tsb.
ketauan jeleknya perusahaan diliat dari sistem kerja yg “borongan” kayak gitu..spek tinggi gaji bawah…
selama masih jadi jongos yaaa kita nerima juga akhirnya..walau dengan hati dongkol….