Shutter, cukup menyeramkan
Kemarin beberapa minggu yang lalu aku nonton dvd “shutter” film thailand yang di bintangi oleh : Ananda everringham, Natthaweeranuch Thongmee, Achita Sikamana, terlihat bagus dan apik sekali, walaupun ada beberapa adegan yang nyontek filmnya “the ring” yang kenamaan itu, tapi film ini cukup menegangkan, dimana banyak aksi aksi frontal yang di lakukan si hantu, khususnya dalam menampakan dirinya, apalagi pas bagian akhir akhir.
Alur cerita nya bagus, di mulai dari hantu yang muncul tiba tiba, lalu kembali perlahan lahan menuju ke masalalu, apa yang membuat si hantu menghantui korbannya, disini ada kisah intrik, cinta, pengkhianatan, psikopat, dll
bravo untuk thailand
Resensi
Banyak objek yang bisa dijadikan media penampakan mahluk halus, salah satu diantaranya adalah foto. Tak jarang ketika mengambil objek foto kerap juga muncul mahluk yang tak diharapkan dalam berbagai wujud tak terkecuali sosok manusia yang menyeramkan. Percaya atau tidak mahluk-mahluk halus yang menampakan itu tiada lain adalah mereka yang pernah dekat, dikasihi, dicintai atau bahkan dibenci. Setidaknya itulah yang dilukiskan sutradara Parkpoom Wongpoom dan Banjong Pisanthanakun dalam film horor Thailand, “Shutter.”
Cerita berawal ketika sepasang kekasih Tun dan Jane menabrak seorang wanita pejalan kaki saat mengendarai mobil sepulang makan malam bersama rekan-rekannya. Entah dari mana wanita itu berasal tiba-tiba tabrakanpun tak bisa terhindarkan hingga wanita misterius itu tersungkur di tengah jalan. Setelah sempat tertegun dengan apa yang telah terjadi, Tun dan Jane langsung tancap gas meninggalkan lokasi karena merasa aneh dengan apa yang telah menimpanya.
Meski kejadian tengah malam itu berusaha dilupakan, Jane tidak bisa lepas dari bayang-bayang bersalah yang malam itu kebetulan ia yang membawa mobil. Berbeda dengan Tun yang tidak lagi mengingat-ingat peritiwa itu terlebih karena kesibukannya sebagai fotografer. Namun kehidupan Tun mulai terusik ketika hampir seluruh hasil jempretan di depan kampusnya menyisakan cacat aneh seperti kepulan asap memanjang. Keanehan yang tak kalah mengagetkan adalah penampakan sosok misterius di tengah wisudawan ketika Tun akan mengambil foto.
Awalnya Tun menyangka itu semua terjadi karena kerusakan pada kamera namun setelah ditujukan foto-foto serupa oleh pemilik toko cuci cetak, Tun baru yakin foto-foto yang cacat itu tiada lain adalah penampakan mahluk halus. Apakah ini ada hubungannya dengan peristiwa tertabraknya seorang wanita pejalan kaki? Entahlah yang jelas mahluk halus ini kerap mengganggu Tun dan Jane dalam bentuk penampakan sosok menyeramkan. Bahkan satu persatu rekan-rekan sekampus Tun bunuh diri tanpa ada alasan yang jelas.
Dihantui rasa takut dan penasaran yang besar, Tun dan Jane berusaha mengungkap mahluk halus itu. Penelusuran pertama dilakukan dengan mencari laporan kecelakaan di kantor polisi namun anehnya tak ada laporan terjadi kecelakaan waktu itu. Tanpa sepengetahuan Tun, Jane mencoba menelusuri jejak mahluk halus hasil foto milik Tun. Ternyata kepulan asap yang nampak pada foto menyambung hingga berakhir di sebuah ruangan kampus. Tanpa pikir panjang, Janepun masuk ke ruangan itu yang tiada lain adalah ruangan laboratorium. Penampakan mahluk halus dan gangguan-gangguan lain kembali terjadi.
Jane tanpa sengaja menemukan foto seorang wanita di ruangan kerjanya yang mirip dengan wajah mahluk halus yang kerap muncul itu. Setelah didesakan, Tun mengaku foto itu adalah teman kampus yang pernah jadi kekasihnya, Natre. Hubungan mereka cukup dalam hingga Tun pernah mengencaninya.
Namun Tun mencapakan Natre setelah mendapatinya tengah diperkosa tiga teman dekat Tun di ruangan labolatorium. Frustasi atas apa yang terjadi, Natre nekad bunuh diri dan akhirnya meninggal di rumah orang tuanya akibat overdosis. Orang tua Natre membiarkan jasadnya tanpa dikremasi sehingga arwahnya gentayangan menuntut balas pada mereka yang pernah menyakiti.
Meski dari sisi cerita relatif datar dan konflik yang digarap kurang mendalam, sebagai sebuah film bergenre horor, “Shutter” cukup berhasil menyebar ketakutan lewat berbagai adegan penampakan yang mengagetkan. Karena itu film ini layak direkomendasikan bagi anda yang gemar tantangan dan uji nyali.
Tidak lepas dari kultur budaya sebagian masyarakat Asia pada umumnya, film-film bergenre horor masih sangat diminati karena itu tak heran bila “Shutter” masuk dalam No. 1 Box Office Thailand dan peringkat 5 Box Office Hongkong dan Singapura. Bagaimana dengan Indonesia, kita lihat saja. (Yayan)
Bintang : Ananda everringham, Natthaweeranuch Thongmee, Achita Sikamana
Sutradara : Parkpoom Wongpoom, Banjong Pisanthanakun
Produksi : GMM Pictures & Phenomena Motion Pictures
Kategori : Horor
Related posts
This entry was posted on Thursday, October 6th, 2005 at 8:02 am and is filed under Movies. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.












Duh…tobat deh gw nonton film thailand. Terakhir gw nonton the eye gw jadi parno kalo sendiri di lift kantor
waahahahah……
ada satu lagi film lama yang seru banget, ngga serem, ong bak… kayaknya negara yang satu ini mulai bagus ya
iya. sedangkan kita malah bikin film TV penyiksaan, pocong, etc. Yang jadinya industri TV kita jadi menurun kayak India
Film layar lebar sih lumayan…tapi alur ceritanya rada gampang ketebak ya..(kecuali ARISAN)
iya, bener banget, ngga tau konseptual orang indonesia sebegitu dangkalnya yah, hantu lah yang beterbangan dimana mana, ugh……yang aku fikir gini, mereka tu bikin film mikir ngga ya makna nya apa ? dan effectnya apa ?
wah, takuuuuuut…………..
uiiihh….
gw pengen bgt nonton nih film….
ktny bagus bgt….
tp gw lom nonton….
pasalny, rental t4 gw minjem cd blg kasetny shutter gag ada padahal kaset alone ad…
smua jg tw shutter duluan ada drpada alone….
gmn g mengkal gw????
cERITER NI SERAM DAN BEST GILER….boleh tayangkan lagi sekali?PLEASE@tv 3
Jangan heran klo Shutter sama dgn the ring. Karena memang the ring itu rilis ulang dari Shutter. Jd bkn Shutter yg niru tp The Ring yg niru. Thnk’s. . .