Lucu sekali, bagiku ini bener dan sedikit lumrah, keterbatasan ilmu akan memperbanyak larangan, betul ngga ?
Hal ini bisa terjadi dalam kehidupan sehari hari, keterbatasan seseorang terhadap sesuatu membuat seseorang tersebut memperbanyak aturan dan larangan dalam hidupnya dan hal ini masih dipicu oleh jenis karakteristik orang lagi, ada yang tipikal orang yang berani mengambil resiko, otomatis kemungkinan keterbatasan akan memperbanyak larangan semakin kecil, lain lagi dengan jenis orang yang lebih smart dan berhati2, keterbatasan yang dimilikinya akan menjadi pemicu banyaknya aturan mengenai larangan yang akan diterapkan dalam hidupnya…
jadi, boleh dibilang kasarnya keterbatasan seseorang dapat dilihat dari jumlah larangan dan aturan yang dia buat, mungkin secara garis besar, atau jika hal itu tidak benar, pasti orang tersebut adalah tipikal orang yang berani mengambil resiko.
jadi kalau bos ( adalah orang pintar yang tidak mudah mengambil keputusan dan concern terhadap resiko ) banyak laranganya, artinya dia memiliki keterbatasan akan ilmu, he he, berarti kita lebih pintar.
contoh kasus, aku mau install server virtual baru di server antivirus, semuanya akan di shared, sepengetahuanku, ngga akan lambat, karna server antivirus itu sifatnya connectionless oriented, tapi salah satu rekan ku (dari perusahaan lain) tidak merekomendasikanya, karna beberapa hal seperti, mengganggu stabilitas, membebani server, merusak konfigurasi server, dan alasan lainya yang aku lihat ngga ada apa apanya.
5 Responses to my writings
gw setuju dan tidak setuju, setujunya karena memang benar karena keterbatasan ilmu (kurangnya pengetahuan), kita cenderung dalam melakukan sesuatu akan mengambil sebuah jalan yang relatif aman (risk error belajar lebih banyak (belajar tidak mengenal usia, kapanpun, dimanapun, dari siapapun asal disertai degan fakta-fakta yang mendukung itu harus dijadikan masukan untuk kita pelajari)gak setuju, karena penggunaan bahasa keterbatasn ilmu akan memperbanyak larangan sehingga semakin banyak larangan seseorang menandakan ilmu dia terbatas (retoris) kesannya merendahkan nilai orang lain yang pengetahuannya kurang, dengan arti kata jadinya secara tidak sadar kita akan menganggap diri kita lebih tinggi dari orang tersebut (halah… ngaco gini gw), tapi kalo misalnya dengan penggunaan kata-kata kurang berpengetahuan (ingat ini hanya misalnya!), tentunya pemberian kesan akan menandakan bahwa orang lain tersebut mungkin tidak tahu, atau salah mengerti, atau yaaa… banyak deh… soalnya dari judul yang gw tangkep itu (mungkin ini salah gw mengartikan) kalo semakin banyak kita mempuinyai larangan dalam hidup, artinya ilmu kita terbatas dan sebaliknya kalo hidup kita gak punya larangan, berarti ilmu kita ga terbatas.. sedangkan yang namanya larangan itu perlu !! (bebas boleh, tapi bertanggung jawab!)
iya yak, keterbatasan ilmu itu terlalu kontras…hehe
Ummmh… kalo menurutku justru orang yang pengetahuannya lebih sedikit justru lebih berani ngambil resiko…
Makasi ya komennya di Sheillucious, hehehe. Tapi kalo aku gak setuju gak apa2 kan? Whatever happened to “giving credits where its due”? Biarpun bukan untuk bisnis, tetap saja kita harus menghargai hasil karya orang lain. It’s not a rule, but it’s a manner.
=========================================================================
he he, ngga papa kok shel….
karna tiap manusia punya pemikiran yang berbeda beda…….
kontrasnya bisa kmu liat antara bill gates dan linus trovalds
ya ngga….
yeahh..whateva… coz life fulled of risk.
Iyaaa iyaaa huehehehehe