MyRaffaell Blog

demo

Wedding Crasher, lucunya berkelas


Wedding Crasher…

Film ini konyol, sedikit tidak masuk akal, dan memiliki sense of humor yang bagus, aku suka peran si vince…. ngomong nya cepet ala penyanyi rap, punya karakter tersendiri, cuman dia kalo berperan marah kurang kerasa, ceritanya sih tentang seseorang yang punya kebiasaan untuk menghadiri persta pernikahan orang dan Crash them all !!! gaet cewe dan seterusnya, eeee akhirnya kepincut ama 2 cewe yang akhirnya membawa mereka ke pernikahan, ceritanya lucu deh, cuman funny nya berkelas….

here the sinopsis

Apa sih yang dimaksud dengan cinta sejati? Tentu, banyak kata yang bisa dirangkai dan dijadikan sebagai sebuah jawaban.Bagi John Beckwith (Owen Wilson) dan Jeremy Grey (Vince Vaughn) yang telah 18 tahun menjalin persahabatan, cinta sejati tak lebih dari ungkapan “teoritis” yang hanya muncul sebagai istilah, tak lebih. Karena itu, mereka berdua lebih menyukai hal yang “praktis” yakni memburu wanita-wanita cantik, dikencani, dan dilepas. Kemudian, mencari wanita-wanita lain lagi untuk diperlakukan sama.Tempat mereka mencari para wanita cantik tersebut bukan mal, kafe, atau taman, melainkan acara-acara pernikahan. Modusnya, mereka menyusup ke acara-acara pernikahan dengan mengaku sebagai kakak-beradik, tentu saja tanpa undangan, dan mereka memposisikan diri sebagai bagian dari keluarga besar yang punya hajat.

Hal ini berkali-kali mereka lakukan dan hasilnya selalu memuaskan sekaligus membuat mereka “ketagihan”.Suatu hari, John Beckwith dan Jeremy Grey menjalankan aksinya ke sebuah acara pernikahan keluarga William Cleary (Christopher Walken), pejabat keuangan terpandang dan berkuasa. Dalam acara tersebut, John Beckwith dan Jeremy Grey mengincar putri William Cleary, Claire Cleary (Rachel McAdams) dan Gloria Cleary (Isla Fisher), yang hadir sebagai pendamping mempelai perempuan yang tak lain adalah kakak mereka Christina Cleary (Jennifer Alden).Selepas sesi pemberkatan, John Beckwith dan Jeremy Grey pun larut dalam rangkaian acara keluarga tersebut. Dalam acara ini baik John Beckwith maupun Jeremy Grey dengan caranya senantiasa memancing perhatian Claire Cleary dan Gloria Cleary. Dengan pengalaman yang segudang, keduanya tanpa kesulitan berarti berhasil menarik perhatian kedua perempuan cantik tersebut. Bahkan, Gloria terlihat begitu tergila-gila terhadap Jeremy Grey.

Sedangkan, Claire Cleary yang terbilang lebih kalem dan telah memiliki kekasih masih bersikap biasa terhadap John Beckwith. Sikap Claire Cleary justru semakin membuat penasaran John. Tatkala Gloria mengajak keduanya bergabung bersama keluarga besar mereka ke vila keluarga yang terletak di pinggir pantai, John langsung menyatakan bersedia karena itu berarti ia bisa punya peluang untuk selalu mendekati Claire walaupun kekasih Claire, Zack “Sack” Lodge (Bradley Cooper), ikut serta. Jeremy yang awalnya keberatan lantaran sikap Gloria yang begitu tergila-gila padanya pun bergabung.Di vila keluarga rupanya hanya sedikit peristiwa yang bisa menyenangkan John Beckwith dan Jeremy Grey selebihnya mereka berdua harus mengalami hal yang menjengkelkan. Klimaksnya, John Beckwith dan Jeremy Grey diusir keluarga Cleary setelah kedok keduanya sebagai para pemburu perempuan cantik di pesta pernikahan terbongkar padahal saat itu keduanya mulai merasakan jatuh cinta.

Apakah cinta yang mereka rasakan merupakan cinta sejati?Sutradara David Dobkin mengemas cerita diatas dengan warna komedi yang sangat kental. Dia berupaya memanfaatkan semua materi cerita untuk bisa dijadikan pemancing tawa mulai dari dialog hingga non-dialog. Materi terbesar yang dieksplorasi adalah keganjilan sikap dari John Beckwith dan Jeremy Grey yang dikombinasikan dengan situasi dan kondisi ganjil untuk mereka. Misalnya, seperti yang ditunjukkan selama adegan-adegan di vila. Dengan dukungan para pemain yang dikenal sebagai bintang yang cukup berhasil dalam peran-peran komedi walaupun alur “Wedding Crashers” terbilang tak sulit diterka, film ini mampu menjadi film komedi yang cukup menyegarkan. Khususnya, untuk penonton dewasa. Sebagaimana “kebiasaan” film-film bergenre drama romantis sejumlah dimunculkan agar emosi penonton bisa larut dalam cerita. Misalnya, “Sparks” (Coldplay), “Aside” (The Weakerthans).

comments powered by Disqus