MyRaffaell Blog

demo

Facebook dari sudut pandang lain


This is an unposted article but still its verryyy good to play around with our way to think.

Kebetulan di kantor lagi bengong saat lunch time, karena ada beberapa orang yang ngga pergi lunch, termasuk aku tercetus lah ngomong soal facebook, are you on facebook kata temenku Jay, aku jawab Of Coz!, everyone on facebook. Tiba tiba salah seorang dari kami ada yang nyeletuk, I’m not on facebook katanya, kita semua bengong dong. Ngeliatin dia, bermula dari situlah obrolan soal facebook ini terjadi. Obrolan ini cukup menarik karena orang yang ngga di facebook ini punya beberapa alasan yang cukup positif yang terus terang itu membuka fikiranku tentang bagaimana cara memandang facebook :).

Setelah ngobrol 20 menit panjang lebar mengenai facebook ini, akhirnya kita berhenti saat orang orang mulai kembali kerja. Dan ngga ada yang bersitegang, kita masing masing menerima pendapat masing masing. Pada hari itu juga aku tanyain ke beberapa orang yang aku kenal berdasarkan profesi mereka (kali aja ada yang befikiran sama kaya dia).

Apa sih facebook itu menurut kamu dan bagaimana kamu menggunakanya ?

Sebut saja namanya Mr.X, dia seorang SME (Subject Matter Expert) dikantorku, SME itu merupakan tingkatan lanjutan dari Technical Architect sebelum ke Solution Architect dalam karir IT ataupun SAP. Keesokanya aku bilang ke dia kalo aku mau publish opini yang kita obrolin kemaren ke dalam blog aku, dan dengan senang hati dia mau meluangkan waktunya untuk menuliskan opininya, berikut penuturanya dalam bahasa Indonesia:

Kenapa aku tidak memakai facebook:

  1. Kita tidak akan pernah tahu informasi apa yang seharusnya kita publish kedalam facebook dan seberapa perlu informasi itu untuk diketahui publik.
  2. Facebook memang memiliki berbagai macam tools untuk memuat informasi dan mereka berusaha semaksimal mungkin mempublikasi informasi tersebut ke publik, sementara kita harus mengatur privasi kita sendiri, ini menghabiskan waktu dan melelahkan.
  3. Kenapa aku harus keep in touch dengan orang yang tidak pernah aku temui dalam kehidupan sehari hari ? Aku lebih menghargai kehidupan dimana aku sedang berada saat ini, berinteraksi dengan tetangga, teman kerja, adalah hal yang lebih positif. Berinteraksi tampa melalui facebook dengan teman lama jika memang benar benar perlu.
  4. Kehidupan itu spontanitas, sedangkan facebook berinteraksi berlawanan dari spontanitas yang menjurus ke kepalsuan
  5. Facebook memiliki nilai yang lebih rendah dibandingkan kehidupan nyata, dan aku memilih menghargai kehidupan sosial yang realistis.
  6. Aku bekerja di depan layar monitor dan keyboard setiap hari, jadi aku ngga mau kehidupan sosialku masih berkutat dengan seputar kibor dan layar monitor.
  7. Ada nilai romantis dan melankolis karena dapat berjumpa dan teman lama, namun sebetulnya aku tidak merasa perlu hal itu.
  8. Facebook melahirkan rasa bersalah, ketika kita tidak mengetahui kabar teman lama kita, membuat kita merasa “perlu” meluangkan waktu untuk melihat apa yang terjadi dengan teman teman kita. Membuat kita lebih merasa dekat dengan lingkungan teman lama kita di facebook ketimbang lingkungan kehidupan nyata kita.
  9. Dalam facebook tidak ada kata istilah selamat tinggal, padahal itu adalah rasa yang perlu kita rasakan.

So ?

What is Facebook for you ?

comments powered by Disqus